Pemberdayaan UKM di Indonesia Agar Bisa Menembus Dunia

Pemberdayaan UKM di Indonesia beberapa tahun belakangan ini mendapat perhatian lebih dari berbagai pihak. UKM terbukti terus memberikan andil besar bagi perekonomian Indonesia. Mengutip laman bsn.go.id, dari produk domestik bruto (PDB), UKM tercatat memberikan kontribusi hingga 57%. Nilai ekspor UKM pun terbilang besar, per tahun rata-rata mencapai 17% dari total ekspor nasional.

Pemberdayaan UKM di Indonesia

Fakta ini membuat pemerintah terus mendukung keberadaan UKM. Hal ini pun semakin dikuatkan dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Undang-undang tersebut menjadi dasar acuan bagi pemberdayaan UKM di Indonesia.

Oleh sebab itu, demi mendukung daya saing dan pertumbuhan usaha di kalangan UKM, sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah di tingkat pusat maupun daerah secara aktif ambil bagian dalam pemberdayaan UKM di Indonesia sesuai dengan tanggung jawab dan bidang fungsi masing-masing.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat ingin membawa produk UKM mendunia adalah masalah standardisasi. Beberapa kendala yang dihadapi untuk standardisasi  antara lain adalah keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya laboratorium penguji sehingga mengakibatkan tingginya biaya, minimnya komitmen, serta kurangnya kelengkapan legalitas, daftar merek dagang, dan dokumentasi mutu.

Standardisasi memungkinkan produk UKM bertahan dari serbuan produk asing yang masuk ke pasar domestik. Lebih jauh, langkah tersebut juga akan membuka peluang  UKM untuk menembus pasar ekspor di tingkat regional dan akhirnya tingkat global.

Related Posts

Pemberdayaan UKM di Indonesia Agar Bisa Menembus Dunia
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Untuk mendapatkan Artikel terbaru, masukkan alamat Email Anda di sini